About Me
Tentang Saya di IDN Boarding School Malang
Nama saya Reaz, seorang pelajar di IDN Boarding School Malang. Sejak pertama kali masuk, saya merasakan suasana yang berbeda dari sekolah biasa. Di sini, bukan hanya soal menuntut ilmu umum atau teknologi, tapi juga soal membangun karakter, kedisiplinan, dan akhlak.
Sebagai santri di IDN, saya belajar bagaimana memadukan ilmu agama dan teknologi. Setiap hari saya mengikuti rutinitas yang sudah diatur rapi: mulai dari shalat berjamaah, mengaji, hingga mengikuti pelajaran formal dan pembelajaran IT. Rutinitas ini melatih saya untuk lebih disiplin, mandiri, dan menghargai waktu.
Di bidang programming, saya mulai mengenal dan mempelajari bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, Lua, Scratch. Dari hanya sekadar menulis kode sederhana, saya berkembang menjadi seseorang yang bisa membuat project mini dan berkolaborasi dengan teman-teman. Proses ini tidak selalu mudah—kadang error, kadang stuck berjam-jam di depan laptop. Tapi dari situlah saya belajar: bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, asal kita sabar dan terus mencoba.
Selain programming, saya juga menekuni desain digital. Saya membuat logo, poster, hingga konten visual sederhana. Bagi saya, desain bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang bagaimana menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Yang paling berkesan di IDN adalah kebersamaan. Hidup di asrama mengajarkan saya arti kerja sama, saling menghargai, dan peduli dengan teman. Tidak jarang kami belajar hingga larut malam bersama, saling membantu ketika ada kesulitan, dan tentu saja berbagi tawa di sela-sela kesibukan.
Bagi saya, IDN bukan sekadar tempat belajar. IDN adalah tempat menempa diri:
Belajar agama untuk memperkuat iman.
Belajar teknologi untuk menghadapi tantangan zaman.
Belajar hidup bersama orang lain untuk melatih jiwa sosial.
Saya percaya, pengalaman di IDN Boarding School Malang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup saya ke depan. Saya ingin menjadi seseorang yang bukan hanya mahir dalam teknologi, tapi juga berakhlak baik dan bermanfaat bagi banyak orang.
Motto saya sederhana:
“Belajar bukan untuk sekadar sukses, tapi untuk memberi manfaat bagi umat dan dunia.”
"Raeshya Pramatya Wardjaya
Kenangan Saya Di Batam
Kenangan di Batam
Batam selalu punya tempat khusus di hati saya. Kota pulau yang dikelilingi laut itu menyimpan banyak kenangan indah yang sulit untuk dilupakan. Angin lautnya yang sejuk, aroma asin dari ombak yang berkejaran, dan cahaya matahari yang tenggelam di ufuk barat—semua masih terekam jelas dalam ingatan saya.
Di Batam, saya pernah merasakan arti sederhana dari kebahagiaan. Jalan-jalan sore di tepi pantai sambil melihat kapal lewat, tertawa bersama keluarga dan teman, atau sekadar menikmati es kelapa muda di pinggir jalan. Hal-hal kecil itu yang membuat hari-hari terasa penuh warna.
Saya masih ingat bagaimana suasana malam di Batam: lampu-lampu kota berkelap-kelip, kapal ferry berangkat dan datang silih berganti, dan suara riuh pasar malam yang penuh dengan orang. Batam seperti kota kecil yang hidup tanpa henti, tapi tetap hangat untuk ditinggali.
Kenangan terindah adalah saat saya bisa merasakan kebersamaan—entah itu dengan keluarga atau teman. Kami pergi berkunjung ke pantai, menyusuri jembatan Barelang, atau sekadar duduk di tepi laut sambil berbicara panjang lebar. Momen-momen itu sederhana, tapi nilainya lebih mahal daripada apa pun.
Bagi saya, Batam bukan hanya kota perbatasan. Batam adalah tempat di mana saya belajar bahwa hidup itu bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tapi tentang seberapa dalam kita menghargai setiap momen.
Kalau suatu hari saya kembali ke Batam, saya ingin merasakan lagi semuanya—dari hembusan angin laut, suasana pelabuhan, hingga senyum ramah orang-orangnya. Karena Batam bukan hanya sebuah kota, tapi kenangan yang selalu hidup di hati saya.
